ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

KKN 150 UMM Sosialisasi Pentingnya Hidup Sehat Sejak Usia Dini


Kota Malang merupakan  kota wisata yang terkenal dengan kebersihan dan keasriannya. Namun, ada sebuah desa terpencil di Malang yang masih luput dari pandangan pemerintah. Sala satunya adalah desa Bocek tepatnya di dusun Manggi Sari Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang. Di desa itu terlihat masih minimnya kepedulian terhadap hidup sehat di dusun Manggisari. Dari kondisi itu, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) terpanggil untuk memberi sedikit sumbangsih terkait edukasi hidup sehat yang diawali di SD 2 Bocek.

Saat survei, Kelompok KKN ini menemukan beberapa hal yang tidak mendukung kualitas hidup sehat, misalnya tidak layaknya fasilitas MCK (Mandi Cuci Kakus), sanitasi yang kurang  memadai, dan juga tidak adanya tempat pembuangan sampah dan WC umum.

Salah satu program Divisi Kesehatan KKN kelompok 150 UMM melakukan inisiatif untuk menyadarkan betapa pentingnya hidup bersih dan sehat. Langkah kecil ini berupa penyuluhan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) kepada siswa SDN Bocek 2 dengan tujuan mentransfer pengetahuan terkait hal pentingnya hidup sehat.

Langkah awal yang dilakukan Mahasiswa tersebut adalah memperkenalkan kepada anak-anak tentang tata cara menggosok gigi dan mencuci tangan yang benar. "Hal tersebut adalah dasar perilaku hidup bersih dan sehat," Ungkap Novi Puspita Sari. Kami menggunakan metode bernyanyi sambil menari dengan harapan untuk memudahkan para siswa mengingat bagaimana idealnya cara mencuci tangan.

Kegiatan ini  ini dilaksanakan pada hari ke-4 tanggal 25 Juli 2016, dimulai pukul 10 pagi di halaman SDN Bocek 2, dengan rangkaian acara apel pagi yang dibuka oleh kepala sekolah. Langkah kecil gerakan ini, sesuai dengan tema yang diusung oleh kelompok KKN 150 UMM “Little Thing for Indonesia” (sentuhan sentuhan kecil untuk perubahan menjadi Indonesia yang lebih baik).



Merangkak ke Saku Angkasa

Merangkak ke Saku Angkasa. Saya rasa mata saya benci saya. Sepasang makhluk kecil itu kerap kali enggan menyelimuti diri pada malam hari. Saya kerap kali menyelimuti diri dahulu agar mereka menyelimuti diri juga, namun mereka berontak. Saya tidak bisa berkomunikasi dengan mereka, namun saya tahu terkadang mereka ingin bertamasya ke masa lalumu, Angkasa.

Saya selalu mampu bertamasya ke masa lalu saya sendiri dengan mudahnya. Masa lalu, saya hadir dalam serangkaian kenangan, mengalun bersama dengan senandung-senandung yang pernah menemani saya kala hari masih pagi, tercium dalam aroma pakaian-pakaian lama. Tapi masa lalumu? Tak sedikitpun saya tahu. Saya tidak pernah berada di sana, meski saya berharap sebaliknya.
Suatu malam saya bermimpi mata kanan saya merangkak keluar dari cangkangnya.

“Luana, kapan kita mau bertamasya ke masa lalu Angkasa?” tanya mata kanan saya sambil menyeruput segelas es jeruk. Ah, rupanya ia kelelahan selama ini, es jeruk memang menyegarkan dan cocok dijadikan kawan kala bersantai.

“Bagaimana bisa?” saya tertawa. Namun tawa saya tidak berlangsung lama, karena selanjutnya saya melihat kamu, dan mata saya sudah kembali ke tempatnya.
Saya melihat kamu di sana, kamu dengan postur yang lebih kecil, bukan kamu yang saya kenal sekarang namun saya tahu itu kamu. Kamu berdiri tegap membawa segala pesonamu. Jika pesona itu dapat disusun menjadi sebuah tugas sekolah, saya bisa jadi mendapatkan nilai A. A untuk keindahannya, untuk kerapihannya, untuk daya tariknya.

“Di mana saya tepatnya?” tanya saya pada mata.
“Masa lalu Angkasa, kira-kira lima tahun yang lalu,” jawabnya.
“Saya tidak tahu kamu bisa menghitung tahun.”
“Saya pikir kamu yang tidak bisa. Buktinya satu tahun terakhir ini kamu tidak beranjak sedikitpun dari tempatmu untuk menanti Angkasa. Entah mengapa saya melihatmu melupakan waktu kala menanti Angkasa. Padahal biasanya, kamu paling benci menunggu.”

Terlalu banyak orang di sini. Mereka semua berteriak menyerukan namamu. Mereka tampaknya memakai pakaian terbaik mereka. Mereka tertawa bersamamu, menyirami tubuh mereka dengan aliran senandung yang kamu bawakan. Saya terdiam mematung, sambil mengutuki diri sendiri yang lima tahun lalu terbutakan oleh pesona lain yang tak nyata.
“Hei, siapa gadis itu? Mengapa ia memakai piyama di acara seformal ini?” tanya seorang gadis yang rupanya menyadari keberadaan saya.
Saya pun berlari dengan cepat meninggalkan tempat itu, meninggalkan kamu yang masih berada di sana dengan pesona yang tidak bisa saya bawa pulang.

***

Pagi ini saya tiba di sekolah lebih pagi dari biasanya. Kala saya berjalan masuk melalui gerbang sekolah, saya menyadari bahwa para satpam dan tukang sapu sekolah memperhatikan saya seolah-olah saya ini makhluk langka yang baru kemarian ditemukan. Namun saya tidak menghiraukan mereka. Mereka mungkin hanya bingung mengapa saya datang pagi sekali.

Lama-kelamaan saya mulai merasa tidak nyaman karena mereka mulai berbisik-bisik satu sama lain.  Entah mengapa saya tahu mereka sedang membicarakan saya, namun tetap, saya tetap berjalan dengan santai tanpa mempedulikan mereka.
Kelas saya berada di lantai dua. Sebelum hendak naik ke tangga pertama, saya berhadapan dengan sebuah cermin seukuran diri saya,  yang di atasnya tertulis “Apakah Anda sudah rapi?”. Saya pun memandangi diri saya di cermin.
Ternyata saya masih pakai piyama.
Karena merasa malu, saya pun berlari masuk ke dalam cermin.

“Oh Luana, mengapa kamu selalu memakai piyama ke pesta?” tanya mata saya tiba-tiba.

Saya memandangi sekitar. Saya berada di pesta lagi, seperti kemarin malam. Namun pesta yang ini berbeda. Saya kembali melihat kamu. Kamu kembali menjadi pusat perhatian di sini. Saya dapat melihat pesona yang bertebaran di mana-mana, sepertinya jatuh dari saku celanamu kala kamu berjalan. Sepenuh itukah sakumu dengan pesona, A?
“Di mana saya?” tanya saya pada mata.
“Masa lalu Angkasa, dua tahun yang lalu.”
Kemudian mata kanan saya kembali keluar dari cangkangnya, ia merangkak perlahan menuju saku celanamu. Kaki saya terasa menempel di lantai tempat saya berpijak. Rupanya mata saya enggan diajak pulang. Kali ini mereka menguasai saya sepenuhnya.

Saya terjebak di sebuah pesta dua tahun yang lalu, selamanya.

***

Sakumu dua tahun yang lalu,
29 November 2015,
Livia Halim

5 Referensi Web Kursus Online Gratis Untuk Para Mahasiswa


Sekarang, kita semua tahu bahwa manusia dituntut untuk semakin kreatif dan menguasai banyak hal. Apalagi sebagai mahasiswa, kita harus aktif untuk belajar banyak hal - hal baru agar semakin mudah mencari serta mendapatkan pekerjaan ketika lulus nanti. Tetapi untuk mengambil banyak kursus juga ternyata membutuhkan dana yang tidak sedikit. Namun ternyata, kini kamu tidak perlu pusing lagi karena sudah banyak web yang menyediakan kelas kursus gratis secara online dan hebatnya berbagai jenis kursus tersedia. Kursus online gratis ini, selain efisien dari segi biaya, juga dinilai efektif. Sebuah studi membuktikan kalau metode kursus online 25% lebih efektif dibandingkan metode tradisional, apalagi mengingat sekitar 34.9% masyarakat Indonesia telah mengakses internet setiap harinya. Nah, bagi kamu yang tertarik untuk mengambil salah satu kelas kursus online, berikut 5 referensinya:

1. Coursera
Di sini kamu bisa menemukan berbagai kelas kursus online dari berbagai universitas ternama dunia karena Coursera memang menjalin kerjasama dengan mereka seperti Johns Hopkins, Stanford juga Duke University. Berbagai spesialisasi kursus tersedia, mulai dari Arts and Humanities hingga Physical Sciences and Engineering.

2. edX
Didirikan pada tahun 2012 lalu oleh Harvard University dan MIT, edX kini telah memiliki 90 partner global seperti Berkeley University, Australian National University (ANU) juga University of British Columbia (UBC) dalam menyediakan kursus online secara gratis. Tak perlu kebingungan untuk mencari kelas kursus yang diinginkan, karena kategori yang tersedia juga sangat lengkap.

3. Alison
Web ini mengklaim 14% dari peserta kursus online mereka pada tahun 2014 terbantu untuk mendapatkan pekerjaan baru, promosi dan tes masuk universitas. Sebanyak 7 juta orang telah menggunakan web ini untuk mengambil kelas kursus online mereka dan 750 kelas online terbuka untuk Anda.

4. Academic Earth
Sejak tahun 2008, Academic Earth telah didirikan dan menyediakan berbagai kelas online gratis untuk publik. Academic Earth juga bekerja sama dengan banyak universitas top dunia seperti NYU (New York University), University of Oxford serta Yale University.

5. Open Culture
Menyediakan lebih dari 1.200 kelas kursus online, Open Culture merupakan pilihan yang tepat bagi Anda yang sedang mencari kursus online gratis dari universitas kenamaan dunia. Mereka juga menyediakan eBook juga textbook gratis untuk Anda. 

(Penulis: Putri R. Ayu)  

Ikami Sulsel Cabang Depok gelar "Ikami Berbagi"

Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Indonesia Sulawesi Selatan (IKAMI Sulsel) Cabang Kota Depok menggelar kegiatan "IKAMI Berbagi" pada hari Sabtu, 11 Juni 2016 yang bertepatan pada 6 Ramadhan 1437 H. Kegiatan ini berupa pembagian takjil gratis bagi pengguna Jalan Raya Bogor.

Menurut Muhammad Yusuf, Ketua Pelaksana kegiatan, "kegiatan IKAMI Berbagi ini kami adakan dalam rangka kepedulian kami terhadap pengguna Jalan Raya Bogor yang tidak sempat berbuka puasa bersama keluarga di rumah, dikarenakan terjebak macet dalam perjalanan"

"Kegiatan ini pula menjadi aksi sosial kami dalam rangka memberi kontribusi nyata bagi warga Kota Depok," tambahnya.

"Insya Allah kita akan membagikan takjil gratis berupa es pisang ijo yang juga menjadi ciri khas dari daerah kami di Sulawesi Selatan. dan Insya Allah kami akan membagikan sebanyak 100 buah setiap harinya setiap hari Sabtu dan Minggu selama Bulan Ramadhan," pungkasnya.

Muh. Fadhil Albab selaku Ketua Umum IKAMI Sulsel Cabang Kota Depok menambahkan, "sesungguhnya kehadiran IKAMI Sulsel di Kota Depok merupakan suatu hal yang positif, kami selalu berupaya untuk menjalin kebersamaan dalam organisasi agar dapat meningkatkan kekeluargaan kami meskipun kami berada jauh dari kampung halaman kami."

"Selain itu kami juga berharap dapat selalu berkontribusi untuk Kota tempat kami menimba ilmu. Semoga Kegiatan IKAMI Berbagi ini dapat memberikan arti yang positif bagi Kota Depok," tandasnya

Ibunda Nirmala Ridha Daeng Bollo selaku Pengurus KKSS Kota Depok menambahkan, "kami turut mengapresiasi kegiatan yang diadakan IKAMI karena meskipun terlihat sederhana namun kegiatan "IKAMI Berbagi" ini sangat berarti bagi seluruh pengguna jalan yang tidak wsempat menikmati buka puasa bersama dengan keluarga di rumah."

"Kami akan terus mendukung segala kegiatan yang diadakan IKAMI Sulsel Cabang Kota Depok," pungkasnya.

Di tempat berbeda Muhammad Ridha selaku senior IKAMI Sulsel Kota Depok menyatakan, IKAMI Sulsel Cabang Kota Depok kami dirikan pada dasarnya agar seluruh pelajar Sulsel atau pun keturunan dapat saling bersinergi dalam berkontribusi bagi kota tempat Pelajar Sulsel merantau.

"Saya juga berharap IKAMI  Sulsel Cabang Kota Depok ini dapat menjadi rumah tidak hanya untuk mahasiswa atau pelajar yg berasal dari Sulawesi Selatan namun pelajar dari manapun yang sedang menempuh pendidikan di Kota Depok" lanjut Ridha.

"Semoga kegiatan Sosial IKAMI SS Depok tidak berhenti di Bulan Ramadhan saja, namun sampai akhir masa kepengurusan nanti" tandasnya.

EDITOR: RAHMAT AL KAFI

Retorika Untuk Mengguncang Dunia

Sejarah selalu punya tokohnya sendiri. Perubahan besar dunia selalu didalangi oleh sosok ikonik yang menjadi penentu berbagai catatan peristiwa yang sangat dramatis. Jika kita menelisik sejarah pergolakan manusia sepanjang masa, maka akan selalu kita temui fakta bahwa pendulum perubahan selalu bergeser haluan karena pidato dengan retorika yang menggugah dan mengerakkan. Sejak era Yunani kuno hingga zaman sekarang akan selalu ada negarawan yang menjadikan lisannya sebagai ujung tombak perjuangan mereka. Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi wasallam, dalam sebuah hadist pernah mengungkapkan bahwa “Sesungguhnya sebagian Retorika adalah Sihir”.

Indonesia, sebagai bangsa besar memiliki banyak pejuang dengan retorika yang memukau. Dari sekian banyak momen heroik dalam perjuangan kemerdekaan, yang populer direkam sejarah adalah kata-kata bertenaga dari Proklamator Indonesia, Bung Karno “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” ataupun Orasi menggugah dari seorang Bung Tomo ketika menggelorakan keberanian dan perjuangan arek-arek Suroboyo, “Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah dan putih, maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga. Kita tunjukken bahwa kita ini benar-benar orang-orang yang ingin merdeka. Dan untuk kita saudara-saudara, lebih baik hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap “Merdeka atau Mati.” Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!! Merdeka!!”

Bagi kita anak-anak bangsa. Ketika kembali membaca atau mendengarkan kisah heroik mereka, maka tentu saja kita akan merinding membayangkan betapa dalam dan bertenaganya kata-kata tersebut, terlebih diucapkan di momen-momen yang krusial, di saat-saat peralihan sejarah besar terjadi. Inilah yang menjadi keistimewaan sebuah retorika, lebih mematikan dan dahsyat dibanding rudal pemusnah massal sekalipun.

Menurut Wikipedia, Retorika dapat didefinisikan sebagai sebuah teknik pembujuk-rayuan secara persuasif untuk menghasilkan bujukan melalui karakter pembicara, emosional atau argumentasi. Inti dari Retorika adalah persuasi, sedang proses persuasi sendiri meliputi tiga hal: (1) Tindakan untuk mengubah sikap dan perilaku seseorang dengan menggunakan kata-kata lisan/tertulis; (2) Suatu usaha untuk menanamkan opini baru; dan (3) Suatu usaha yang dilakukan secara sadar, untuk mengubah sikap, kepercayaan, dan perilaku orang dengan transmisi pesan.

Dari pengertian tersebut, maka kita akan memahami mengapa retorika bisa menjadi senjata penting dan mematikan bagi seorang negarawan untuk mengisi sejarah.
 
Retorika yang memukau dapat diibaratkan sebagai sebuah peluru kendali berupa rudal yang mampu membuat gentar musuh. Seseorang dengan kemampuan retorika memukau, dapat mengaduk-aduk emosi pendengarnya. Di satu waktu dapat membuat pendengarnya tertawa terbahak-bahak namum di waktu yang lain dapat membuat pendengarnya menangis haru dan tersedu-sedu. Bung Karno, pada gerakan revolusi kemerdekaan dulu, untuk memantik keberanian di dada para pemuda, dengan retorika yang memukau, kerap kali mengucapkan kalimat, "L’audace, l’audace, toujours l’audace!" Yang artinya ”Keberanian, keberanian, selalu keberanian!.” Sebuah kalimat  yang dikutip dari seorang tokoh Revolusi Perancis, Georges Danton.
Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah rahasia dari retorika yang mengguncang dunia tersebut? Berdasarkan buku “Ilmu Retorika Untuk Mengguncang Dunia” karya Dwi Chondro Triono, PhD.  Kunci dari semua retorika yang memukau ada pada ide atau gagasan yang dimiliki oleh Sang Orator yang hendak dilemparkan di hadapan segenap para pendengarnya. 
Jika ditelisik lebih mendalam. Retorika bagaikan “Rudal Pemusnah masalah.” Yang mana dari setiap rudal itu terdapat 3 unsur yaitu: peluncur misil (peluncur rudal), roket (sebagai penggerak atau pendorong), dan kepala misil (Kepala Rudal). Ketiga unsur ini coba kita samakan dengan retorika yang juga memiliki 3 unsur yaitu: (1) Kekuatan Ide sebagai unsur dari kepala Misil; (2) Retorika penyampaian sebagai unsur dari Roket itu sendiri; (3) Penataan panggung sebagai unsur dari Peluncur misil

Dari ketiga urutan di atas, kita jadi paham, bahwa unsur yang paling penting dari retorika adalah kekutan ide itu sendiri yang sangat menentukan. Apakah retorika itu akan menjadi senjata yang sangat ditakuti atau hanya sekedar pelipur lara di kala masyarakat dilanda duka. Dalam terminologi “Multiple Intellegence,” dikenal istilah Kecerdasan Naratif, yakni sebuah kecerdasan bernarasi atau kemampuan membangun sebuah gagasan dan ide yang kemudian dapat disampaikan kepada pendengar dan dimengerti secara sederhana.
 
Mengamati cuplikan kata-kata bertenaga dari para pahlawan, maka sudah tentu kita dapat merasakan bahwa kemampuan retorika yang memukau tersebut juga didukung dengan kecerdasan naratif sang orator. Seorang Negarawan harus mampu memberikan narasi berupa visi serta cita-cita perjuangan yang jelas kepada masyarakatnya. Tidak hanya membuatnya mengerti, tapi juga ikut berkelindan dan berkeringat untuk mengantar masyarakatnya meraih segala hal yang dicitakan. Dan sekali lagi, Bangsa kita membutuhkan negarawan-negarawan ulung dengan retorika memukau yang mampu mensinergikan antara perkataan dan perbuatan dalam satu tarikan nafas perjuangan. Seperti kata Yusuf Qhardawi “Retorika bukan hanya persoalan pidato atau percakapan melainkan perilaku dalam kebajikan yang mencangkup seluruhan aspek kehidupan manusia.” Bukankah Retorika yang paling mengerakkan adalah perbuatan?  Sebagaimana ungkapan berbahasa Inggris yang lazim kita dengar, “Action Speaks Louder than word”.

Abdul Qodir Jaelani, SE
Email: qodja.granada@gmail.com
Analis Madya di Galatamedia Group

Ikami SS Depok Gelar IKAMI Leadership Camp


Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Indonesia Sulawesi Selatan (IKAMI SS) Cabang Depok. menyelenggarakan IKAMI Leadership Camp (ILC) yang bertemakan "IKAMI Sul-Del Depok : Gerakan Berbudaya." Acara ini diselenggarakan pada 1-3 April 2016 di Villa Arrahman, Bogor.

Muhammad Syafii selaku Ketua Panitia ILC IKAMI SS Depok memaparkan dalam sambutannya, IKAMI SS Depok sudah berdiri semenjak 2 tahun yang lalu dan alhamdulillah sekarang menjadi wadah perkumpulan mahasiswa Sulawesi Selatan di Kota Depok.  Acara ILC ini berfungsi untuk mencetak generasi pelanjut IKAMI SS Cabang Depok dan memperkuat nilai-nilai budaya Sulawesi Selatan yang semakin tergerus oleh budaya yang tidak baik di Ibu Kota.

Muhammad Fadhil Albab selalu Ketua umum  IKAMI Sulsel Cabang Depok, dalam sambutannya menambahkan, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pengurus dan panitia yang telah berjuang menyukseskan kegiatan ini.

Hadirnya kawan-kawan malam ini adalah  tanda lahirnya embrio atau pelanjut estafet IKAMI SS Depok, harapan kami IKAMI SS Depok menjadi wadah berkarya dan bereksperimen bagi kita semua.

Dr. Ir. Ridwan, MT selaku Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Depok juga  memaparkan dalam sambutannya. "Selaku perwakilan KKSS saya sangat mengapresiasi kegiatan IKAMI SS Depok terkhusus kepada panitia yang bersungguh-sungguh dalam menyukseskan acara ini, kami berharap meskipun ananda semua jauh dari keluarga namun tetap menjaga nama baik Sulawesi Selatan, IKAMI dan juga KKSS.
Kami juga mengharapkan pelajar IKAMI Sulsel tetap optimis dalam menuntut ilmu sebagaimana
Falsafah Sulawesi Selatan "Sekali layar terkembang pantang biduk surut ke pantai".

Pelepasan peserta ILC diselenggarakan di Kedai Ekspresi yang juga didirikan oleh Andi Malewa salah satu tokoh pemuda keturunan Sulawesi Selatan yang merupakan kandidat Kick Andy Heroes 2016.

Peserta ILC pula dihadiri dari perwakilan setiap Kampus yang tersebar di seluruh Kota Depok dan  Jakarta.

Sosialisme Islam

Gambar: tokobukurausanfikr.blogspot.com

Secara esensial sosialisme modern lahir dari peristiwa Revolusi prancis dan Revousi inggris, 1789. Hal ini kemudian memicu timbulnya pemerintahan demoratis Perancis dan ekspansi ekonomi besar-besaran di Inggris, sehingga memicu munculnya konflik antar masyarakat pemilik modal dan berkembangnya kelas pekerja. Pada awal tahun 1818-1883 Karl marx mengembangkan sebuah gagasan baru sosialisme yang kemudian tumbuh menjadi doktrin yang sangat berpengaruh yang dikenal dengan istilah “Marxisme” yang kemudian diidealisasikan menjadi Sosialisme komunis. Dalam perkembangannya sosialisme melakukan ekspansi sehinggah meramba ke beberapa negara dunia ketiga, salah satunya INDONESIA dimana ide-ide marxisme mengalami peleburan denan doktrin Nasionalisme yang termanifestasi dalam Nasakom (Nasionalisme-Agama-Komunis). Hal yang sama juga terjadi di negara Arab, salah satunya adalah Iran yang mengalami progres massif pada rezim Syah pahlevi (1925-1979)

Satu hal yang menarik dari keberadaan marxisme di Iran adalah terjadinya penjinakan ide –ide revolusioner Karl Marx kedalam wacana religius (wacana keislaman). Salah satu sosok yang sangat berperan dalam mengangkat, mengkritisi dan merekonstruksi gagasan-gagasan revolusioner Marx kedalam wacana pemikiran islam adalah Ali syari’ati (1933-1977). Sosok Ali syari’ati kemudian menggabungkan sikap anti imperialisme Karl Mrx dengan tafsir Islam yang menghasilkan ideologi islam revolusioner bagi reformasi sosial politik Iran untuk meruntuhkan kekuasaan Syah pahlevi yang menyimpang dan berwatak despotik. Dalam pergerakannya membebasakan Iran dari neo kolonialisme dan neo imperialisme Ali syari’ati menemui berbagai macam ancaman dan hukuman, hal ini kemudian membuatnya mengambil keputusan untuk berhijrah ke Inggris, kepergiannya ke Inggris ternyata titik akhir perjuanganya, meninggal secara misterius (19 juni 1977).

Mengenai asal usulnya term “sosialis” pertama kali dipakai pada tahun 1827 dalam cooperative magazine sebagai gambaran umum doktrin milik Robert owen (1771-1858) dan kemudian sebagai “sosialisme”pada tahun 1832 dalam La globe jurnal milik sosialis Comte de saint-simon (1760-1825).

Perjalanan sosialisme kemudian sampai pada fase baru sejak kemunculan tokoh sosialis, Karl Marx dan temannya Friderick Engels. Dalam mengkonsepsikan gagasannya tentang sosialisme, Karl Marx mendapat inspirasi dari beberapa pemikir sebelumnya. Dari seorang filsuf idealis G.W.F.Hegel, Marx belajar tentang pemikiran pandangan dunia dalam berbagai kompleksitas yang disebut dialektika. Pandangan Adam Smith dan David Ricardo bahwa nilai barang menunjukan jumlah waktu bagi para buruh yang berproduksi mendasari teori Marx tentang nilai. Sejak kemunculannya ,Marxisme menggeser doktrin sosialisme awal yang dinilai sebagai sosialisme yang utopis menjadi sosialisme ilmiah (scientific socialism) dengan mengajukan beberapa proposisi sebagai dasar gerakan Sosialisme. Setidaknya ada tiga proporsi fundamental yang memengaruhi jalan pikiran Karl Marx, yaitu teori alienasi, teori nilai dan teori tentang materialisme sejarah. Beberapa pokok pikirannya tersebut diletakkan sebagai dasar berpijak bagi Karl Marx dalam mengonstruksi teorinya.

Analisis sejarah Islam  menunjukan bahwa islam sendiri  muncul sebagai agama revolusioner dan sejak itu pula telah bekerja sebagai suatu gerakan revolusioner yang berkesinambungan. Dalam konteks historis, kaum Muslimin telah mencapai tingkat solidaritas social yang tinggi dalam kehidupan masyarakat, sebagimana diabadikan dalam Al- Qur’an. Kehadiran Muhammad bertepatan dengan tradisi chaeos yang melanda masyarakat Arab. Khususnya Quraisy dan suku-suku sekitarnya, tempat misi awal kenabian Muhammad dilahirkan. Tatanan yang dianut adalah hukum kapitalistik-eksploitatif, yang kuat akan kuat akan memenangkan pengaruh dan menguasai sumber-sumber ekonomi, social dan politik. Secarah vulgar, kondisi dunia sekitarnya saat kelahiran Muhammad diilustrasikan sebgai masyarkat biadab. Perjuangan yang demikian berat akhirnya  memutuskan dirinya untuk mengambil langkah keluar dari masyarakat untuk membangun kekuatan di tempat yang jauh berbeda (622M), yaitu Yathrib (Madina). Berkat penerimaan masyarakat atas ajaran Muhammad, dikota Madinah ia membangun masyarakat baru berdasarkan sendi-sendi Islam secara totalitas. Disana Muhammad memainkan peran sangat signifikan. Dari peran kenabian, kemudian ia dipercaya memegang tugas pemerintah. Ia dikenal sebagi politikus, yang mahir negosiator dan negarawan yang democrat. Ia bukan lagi seorang nabi tapi seorang hakim, jenderal serta guru bagi masyarakat.

Sosialisme Islam sebagai sebuah teori, pertama kali dilontarkan di Mesir. Kelahiranya berawal dari pecahnya Repoblik Persatuan Arab (Mesir dengan Syiria) pada tahun 1961. Sebagai pemimpin Mesie, Nasser mengumandangkan sosialisme sebagai cara yang efektif untuk memajukan negerinya serta menjamin persamaan dan keadilan. Sosialisme versi Mesir ini lebih dekat karakteristik Fabian: para penguasa menyatakan penyangkalannya akan keniscayaan pertentangan kelas dan kediktatoran proletar (dictatorship of proletariat). Tujuan sosialisme sekedar ingin menghapus pertentangan kelas dan mengamankan hak-hak mereka tanpa melakukan pembalasan terhadap kaum penindas sebelumnya. Tujuannya bukan untuk menciptakan masyarakat tanpa kelas, melainkan untuk menjamin fungsi-fungsi antara kelas-kelas yang berada secara sah dan bebas dari dominasi, kekerasan dan hidup berdampingan secara damai.

Khazanah politik islam modern cenderung menempatkan sosialisme sebagai himpunan gagasan yang cukup koheren dengan nilai-nilai Islam. Secara konseptual, sosialisme pada dasarnya terbagi menjadi dua bentuk: pertama, sosialisme sebagai ideologi yang secara resmi mendukung pengabsahan kebijaksanaan - kebijaksanaan Negara mengenai reformasi sosial dan ekonomi; kedua, sebagai system pemikiran kritis yang memperoleh ilham dari rakyat dalam memperotes keadaan yang ada.

Eko Supriyadi dalam bukunya yang berjudul ”Sosialisme Islam” menjelaskan bagaiaman Ali Syariati membangun keterkaitan teks agama dan teks sosiologi pengetahuan dari para pemikir Eropa, keduanya berpadu dalam Autentitas Islam Ali syariati. Bahasa Eropa dimasukkan kedalam Bahasa Agama tanpa kehilangan identitas Islam dan Ideologi Syariati, yang kemudian kedua identitas itu dikenal dengan baik Karena syariati mampu menunjukan keterkaitan dan keterpisahan kedua pandangan dunia Islam dan dunia Barat

PENULIS: HAKQUL FATTAH





Top